Ketua umum KONI Sumatera Selatan Mudai Maddang mengatakan, sebuah kebodohan telah dilakukan seluruh insan sepakbola di tanah air jika FIFA menjatuhkan sanksi kepada Indonesia.
Ancaman sanksi dari otoritas sepakbola dunia itu kembali membayangi persepakbolaan Indonesia. FIFA dan konfederasi sepakbola Asia (AFC) telah memberi tengat waktu hingga 22 Maret kepada PSSI untuk menyelesaikan polemik persepakbolaan di Indonesia. Jika tidak, Indonesia terancam mendapat sanksi.
Ancaman sanksi dari otoritas sepakbola dunia itu kembali membayangi persepakbolaan Indonesia. FIFA dan konfederasi sepakbola Asia (AFC) telah memberi tengat waktu hingga 22 Maret kepada PSSI untuk menyelesaikan polemik persepakbolaan di Indonesia. Jika tidak, Indonesia terancam mendapat sanksi.
“Saya sebagai ketua umum KONI Sumsel merasa perlu mengungkapkan rasa keprihatinan atas prestasi sepakbola kita akhir-akhir ini. Kekalahan [10-0 yang diterima Indonesia dari Bahrain] merupakan buntut dari permasalahan yang terjadi di tubuh PSSI,” tutur Mudai.
“Kalau kita mendapat sanksi dari FIFA, berarti kita bodoh. Masing-masing kubu merasa paling bisa memajukan sepakbola. Tapi faktanya kita justru mendapat sanksi. Kalau mereka memang mau memajukan sepakbola, tentunya kita tidak akan mendapat sanksi.”
“Saat ini ada dua kekuatan raksasa yang sama kuatnya saling berseteru. Harusnya yang saling berseteru ini sadar. Kita sama-sama menginginkan yang terbaik bagi sepakbola kita. Saya tidak mau menilai kubu yang sana atau sini.”
“Kalau kedua kubu ini berbenturan, dan hasil merusak, ya jangan berbenturan lah. Tapi kalau memang tidak bisa dihindari, ya harus bisa memilih. Kalau kami, bu
“Kalau kita mendapat sanksi dari FIFA, berarti kita bodoh. Masing-masing kubu merasa paling bisa memajukan sepakbola. Tapi faktanya kita justru mendapat sanksi. Kalau mereka memang mau memajukan sepakbola, tentunya kita tidak akan mendapat sanksi.”
“Saat ini ada dua kekuatan raksasa yang sama kuatnya saling berseteru. Harusnya yang saling berseteru ini sadar. Kita sama-sama menginginkan yang terbaik bagi sepakbola kita. Saya tidak mau menilai kubu yang sana atau sini.”
“Kalau kedua kubu ini berbenturan, dan hasil merusak, ya jangan berbenturan lah. Tapi kalau memang tidak bisa dihindari, ya harus bisa memilih. Kalau kami, bu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar