PSSI menjajaki kemungkinan menggelar pertandingan kualifikasi Piala Asia U-22 pada 23 Juni hingga 3 Juli di Pekanbaru setelah mendapat penawaran menjadi tuan rumah oleh konfederasi sepakbola Asia (AFC).
Sekjen PSSI Tri Goestoro mengungkapkan, pihaknya memiliki sejumlah alasan menginginkan Pekanbaru menggelar kualifikasi turnamen yang baru pertama kalinya digelar di kawasan Asia.
Sekjen PSSI Tri Goestoro mengungkapkan, pihaknya memiliki sejumlah alasan menginginkan Pekanbaru menggelar kualifikasi turnamen yang baru pertama kalinya digelar di kawasan Asia.
Menurut Tri, untuk menggelar kegiatan tersebut di Jakarta sangat sulit, mengingat minimnya fasilitas olahraga di ibukota yang memenuhi standar. Hal itu disebabkan AFC menerapkan sejumlah persyaratan guna menggelar laga ini, yaitu berupa dua stadion, dan tiga lapangan latihan.
“Karena itu, kami melihat Pekanbaru sebagai tempat yang tepat. Daerah itu punya infrastruktur yang memadai. Pekanbaru sudah membangun stadion baru untuk PON [Pekan Olahraga Nasional]. Minggu depan, kami akan menjajakinya,” ungkap Tri.
Hanya saja, lanjut Tri, Indonesia belum tentu terpilih sebagai tuan rumah. Sebab, Australia dan Jepang juga mendapat penawaran serupa. Apalagi kedua negara itu memiliki fasilitas yang memadai.
Dalam kualifikasi ini, selain Australia dan Jepang, Indonesia juga berada satu grup dengan Singapura, Makau dan Timor Leste.
“Karena itu, kami melihat Pekanbaru sebagai tempat yang tepat. Daerah itu punya infrastruktur yang memadai. Pekanbaru sudah membangun stadion baru untuk PON [Pekan Olahraga Nasional]. Minggu depan, kami akan menjajakinya,” ungkap Tri.
Hanya saja, lanjut Tri, Indonesia belum tentu terpilih sebagai tuan rumah. Sebab, Australia dan Jepang juga mendapat penawaran serupa. Apalagi kedua negara itu memiliki fasilitas yang memadai.
Dalam kualifikasi ini, selain Australia dan Jepang, Indonesia juga berada satu grup dengan Singapura, Makau dan Timor Leste.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar