POrto memiliki tugas berat untuk mempertahankan gelar Liga Europa, setelah kalah 2-1 dari Manchester City di Estadio Dragao pada leg pertama babak 32 Besar, tengah pekan lalu. Meski menyadari peluang timnya kecil, pelatih Vitor Pereira akan menerapkan permainan kolektif untuk meredam serangan The Citizens.
"Kekuatan terbesar kami adalah penampilan kolektif. Saya tak percaya sentuhan magis atau 'kelinci mampu mengalahkan tikus'" kata Pereira menganalogikan timnya sebagai tim kecil.
"Saya percaya konsistensi dan identitas tim. Kami akan mencoba menguasai bola untuk menciptakan peluang dan bertahan seperti biasa dengan transisi yang agresif."
"Kami ingin konsistens sepanjang laga dan memenangkan pertandingan," Pereira menambahkan.
Porto memiliki catatan buruk tampil di tanah Inggris, tak pernah menang di 13 partai. Namun, Pereira mengaku tak terpengaruh dengan statistik tersebut.
"Saya yakin pertandingan akan berimbang. Kami hanya perlu membenahi beberapa hal yang salah di leg pertama."
"Saya percaya konsistensi dan identitas tim. Kami akan mencoba menguasai bola untuk menciptakan peluang dan bertahan seperti biasa dengan transisi yang agresif."
"Kami ingin konsistens sepanjang laga dan memenangkan pertandingan," Pereira menambahkan.
Porto memiliki catatan buruk tampil di tanah Inggris, tak pernah menang di 13 partai. Namun, Pereira mengaku tak terpengaruh dengan statistik tersebut.
"Saya yakin pertandingan akan berimbang. Kami hanya perlu membenahi beberapa hal yang salah di leg pertama."
Tidak ada komentar:
Posting Komentar